Cerita Sedih Seorang Istri yang akan admin blog remaja angkat kali ini sebenernya menceritakan kisah sedih seorang istri yang selalu dipukul, disiksa suaminya hingga ahirnya ia meninggal. Namun cerita sedih seorang wanita ini saya rangkum dalam bentuk puisi sedih dengan tujuan bisa lebih dimengerti lewat bahasa-bahasa puitis.

Kirimkan pendapatmu mengenai "Cerita Sedih Seorang Istri" tersebut di kolom komentar. Serta jangan lupa baca cerita pendek yang sedih juga yaitu cerpen keluarga sedih.

Cerita Sedih Seorang Istri
Aku mendapat bunga hari ini
Meski hari ini bukan hari istimewa
dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar dan ia melontarkan
kata-kata menyakitkan. Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.
Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku,
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena ia mengirimi bunga padaku hari ini.
Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi,
lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya) semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.
Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa :
Inilah Hari Pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini....
Kadang wanita terlalu lemah dan
menerima saja untuk disakiti oleh pria yg dicintainya.
"Aku adalah tiap rintik hujan yang membasahi bumi, kecil, sedikit, tapi berarti"
Kirimkan pendapatmu mengenai "Cerita Sedih Seorang Istri" tersebut di kolom komentar. Serta jangan lupa baca cerita pendek yang sedih juga yaitu cerpen keluarga sedih.
