banner

Sebelum melangkah lebih jauh untuk membaca puisi sedih yang akan blog bintang remaja tulis, sejenak mari kita pahami makna lagu tipe-x berikut ini "kuberikan bintang, padamu seorang... sbagai satu tanda rasa hati. Bintang yang terindah yang tak pernah pudar kan slalu setia menemani" coba kamu pahami makna tersebut, simpelnya lagu tersebut mengunkapkan perasaan cinta kepada seseorang.

Puisi Sedih

Namun yang akan saya kasih disini adalah "PUISI SEDIH" seseorang yang telah menyesali perbuatannya, entah perbuatan apa itu tentunya semakin membuat kamu penasaran bukan ? jadi mari kita baca dan hayati bareng puisi sedih berikut ini.

PUISI SEDIH "Menyesal Aku!"

Bunga sakura di taman cinta

Yang terabaikan dan sedikit terlupa

Pada indahmu kini hatiku terluka…

Dan sesal ini membuatku merasa berdosa


Bilakah darimu untuk pedihku, kau ada maaf…???

Meski kutau… akanmu, dan aku tak bgitu berharap

Hanya mencoba… smoga setetes rindu ini dapat Kau jawab

Agar Ku bahagia…

Dan sakit ini tak membunuh jiwa

Karena kini…disana

Jauh didalam dada

UntukMu ingin kuberikan seluruh puja!!!

---*---

Andai saja mentari itu masihlah jingga

Saat berhenti menatap kita di ufuk senja

Tentulah malam tak jua kunjung kelam

Tentulah jiwa inipun tidaklah muram

Dan untukmu rasa ini…

Pastilah kan kupagikan kembali

---*---

Bertemunya aku dengan takdirMu

Bersama kenangan di masa lalu

Kita bercanda kita tertawa

Dan katanya…

Kita bahagia

Meski kini yang tersisa didalam kalbu

Hanyak setitik harapan semu

Namun dalam do’a setiap malamku

Semogalah itu dejavu

Dan setidaknya asaku akanMu

Tersucikan lagi menjadi baru

---*---

Mahkota malam…

Dan keindahan-keindahan masa silam

Menggelayut dipundakku dalam tangis yang terdiam

---*---

Sendiri termenung diujung sepi

Dan senandung kecil itu menusuk2 hati

Bukan tentang rasa yang tak ada

Karena dulu

IndahMu sangatlah kupuja

---*---

Akuku di masa lalu sempat berfikir

Kita nanti dimasa kini

Pastilah bertemu kembali di garis takdir

Yang sama

Yang sebelumnya telah kita ukir

Dalam nada seirama

Dan bahagia

Hingga tiba waktu kitapun berakhir

---*---

Sudahlah…tentu Tuhan tau

Bahwa sang mentarilah nyawa bunda bumi

Begitupun cahyaMu

Yang bila ia menghilang

Dan akupun beranjak mati

---*---

Di surga yang lalu kita adalah satu

Maka nanti kitapun akan begitu

Begitulah janji kita dulu

---*---

Bila kumati suatu saat nanti

Ingatlah selalu pesanku wahai kekasih

Takkan ada peluh

Bila kita tak berkeluh

Tak ada luka

Bila kita tak berdusta

Begitupun cinta

Bila dua hati itu tak bersua

---*---

Ahhh…

CantikMu membuatku lelah

Tersiksa aku bersama gundah dan amarah

Dan segala kehampaan ini tak jua terobati

Trimakasih dengan segala kepalsuan selama ini

Karena bukan itulah ternyata yg kucari

Maka biarkanlah bila kupergi

Berjalan seorang diri

Menyusuri relung mimpi

Tuk menggapai sayap bidadari

---*---

Aku sadar

Bila bukan karena cinta aku tak mengejar

Meski kadang dengan cinta

Akupun menghindar

Anggap saja aku kemunafikan

Aku suka

Agar hatimu tak menjadi luka

---*---

Maaf…

Ini bukan tentang kemesraan

Pelukan2 nafsu

Dan sedikit cium cumbu

Karena telah kupasungkan jiwaKu padaNya

Meski bilapun Ia sama sekali tak suka

Membenci ataupun ingin kumati

Sejengkalpun tak kuhindari

---*---

Bunga yang kupetik untukmu

Kini telah layu

Karena wanginya terhisap

Seluruhnya kedalam kalbu

Maka lihatlah cinta ini dengan hatimu

---*---

Sepi ini membelenggu

Dari kedustaan dosa-dosa dungu

Dan aku bersyukur

Kesendirian ini cukuplah menghibur

---*---

Aku sadar aku jauh

DariMu meski tiada kudengar keluh

Maka bila aku tak taat

Ikhlaskan aku tuk bertobat

Saat kurasakan cinta itu menjadi semakin berat

---*---

Tiada kesesatan sejati

Luka itu hanya saat sinarNya terlalu redup menerangi

Tertabir suramnya dosa yg kau perbuat sendiri

---*---

Terserah saja bila Kau marah

Karena aku tak begitu saja menyerah

Setelah seluruh cinta dan kesadaran diri ini menjadi goyah

Oleh hadirMu dan egoku menjadi patah

---*---

Sepi…bila kau ingin tau hari2ku selama ini

Basi…bila kau ingin dengar ceritaku yang masih didalam hati

Tapi bila tentang cinta

Kepadamu yang masih tersimpan rapi didalam dada

Setelah bualan-bualan kering yang menggoda

Sungguh…

Hanya sucilah adanya dia

---*---

Oleh : Love Dago

Mungkin pertama kalinya kamu membaca Puisi Sedih sepanjang ini yang sepintas terlihat seperti curhatan / cerpen sedih. Namun itulah faktanya, bahwa ini puisi tentang kesedihan. Kalau kamu mau membaca cerpen, saya ada cerpen cinta pertama yang bisa menginspirasi kamu. Atau mau puisi-puisi sedih yang lain ? ada nih puisi rapuh dan puisi air mata cinta serta jangan lupa like puisi sedih ini ya.^^
your advertise here
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com