Puisi Untuk Kekasih. Cinta itu emang berjuta rasa, masa-masa remaja emang menyenangkan. Seperti saat kita sedang jatuh cinta, sedangkan cinta itu tidak selalu manis, ada kalanya kesedihan, murung, gelisah mewarnai jalinan cinta. Langsung saja sobat, baca beberapa puisi untuk kekasih di bawah ini :
Ada sebuah titik cahaya kecil yang menyala sendirian diantara gelap, berusaha terangi dunia.
Tapi apa daya.
Sebuah titik cahaya lain datang dan berkata: "kuberikan sinarku ini untukmu, agar kau bisa terangi dirimu dan dunia. Dan aku akan menjaga cahaya kita.
Teruslah bersainar hingga akhir dunia. Ku kan tatap di sini menjaga
Siapa yang menyana hidup.
Perahuku terkadang menepi meminta sunyi
Namun adakalanya
Debur ombak membawaku ke tengah lautan
Menantang besarnya anak samudra
Sesaat gelisah datang
Mencekam............ menghantui
Tanpa kusadari gelombang terus membawaku
Satu detik yang lalu hatiku berkata
Kenapa tak saja menarikku ke dasarmu
Agar enyah gelisah....resah....dan putus asa
Kenapa tak saja hancurkan perahuku
Kuharapkan terbangkan puing sedih dan bimbangku bersama sang bayu
Dan satu detik berikutnya asaku berteriak...melengking
Jangan.jangan bawa aku
Sampaikan pintaku... Kekasihku... tolong aku
Dear Sayangku....
Sayang, menjadi dewasa dalam dunia berbahaya ini sulit dan menegangkan.
Bagaiamana kau bisa hidup sesuai janji-jani masa depan?
Sayang, ingat bahwa kegelapan memang harus ada menskipun hanya untuk membuat setitik cahaya terlihat lebih terang.
Jangan lupakan wajah-wajah yang pernah ada di belakangmu yang mendorongmu maju.
Sayang......jadilah seperti langit
Luas namun tak merasa malu dan angkuh hingga ia bercermin pada lautan.
Jadilah seperti pohon,
Yang memberikan buah tanpa mengharap pujian,
Yang menggugurkan daun tanpa takut merasa terhina.
Sayang... kesedihan dan penderitaan tidak untuk selamanya
Terkadang kita harus mengambil keputusan tersulit dan belum tentu benar.
Tuhan memang tidak menciptakan kita untuk membuat keputusan yang selalu benar
Tapi Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan untuk membuat setiap keputusan menjadi benar.
Sayang....
Kehilangan satu hal bukan berarti kehilangan hidupmu
Bukan berarti kehilangan semangatmu
Sayang... aku ingin suatu hari nanti Kamu berdiri di depan dan mengatakan,
barteriak pada semua orang
"HERE I AM, AKU ADALAH SEORANG PEMENANG"
seorang pemenang dari perlombaan yang mereka sebut HIDUP.
---***---
Sahabat, apakah kamu pernah mengalami hal serupa seperti pada puisi untuk kekasih diatas ? saya rasa ada yang menjawab iya, dan pula tidak. Untuk yang menjawab iya, saya ada penawarnya. Silahkan baca puisi so sweet ini moga bisa sedikit mengobati. Hehe...
TITIK KECIL DALAM GELAP
Ada sebuah titik cahaya kecil yang menyala sendirian diantara gelap, berusaha terangi dunia.
Tapi apa daya.
Sebuah titik cahaya lain datang dan berkata: "kuberikan sinarku ini untukmu, agar kau bisa terangi dirimu dan dunia. Dan aku akan menjaga cahaya kita.
Teruslah bersainar hingga akhir dunia. Ku kan tatap di sini menjaga
SATU DETIK...
Siapa yang menyana hidup.
Perahuku terkadang menepi meminta sunyi
Namun adakalanya
Debur ombak membawaku ke tengah lautan
Menantang besarnya anak samudra
Sesaat gelisah datang
Mencekam............ menghantui
Tanpa kusadari gelombang terus membawaku
Satu detik yang lalu hatiku berkata
Kenapa tak saja menarikku ke dasarmu
Agar enyah gelisah....resah....dan putus asa
Kenapa tak saja hancurkan perahuku
Kuharapkan terbangkan puing sedih dan bimbangku bersama sang bayu
Dan satu detik berikutnya asaku berteriak...melengking
Jangan.jangan bawa aku
Sampaikan pintaku... Kekasihku... tolong aku
PESAN UNTUK SAYANGKU
Dear Sayangku....
Sayang, menjadi dewasa dalam dunia berbahaya ini sulit dan menegangkan.
Bagaiamana kau bisa hidup sesuai janji-jani masa depan?
Sayang, ingat bahwa kegelapan memang harus ada menskipun hanya untuk membuat setitik cahaya terlihat lebih terang.
Jangan lupakan wajah-wajah yang pernah ada di belakangmu yang mendorongmu maju.
Sayang......jadilah seperti langit
Luas namun tak merasa malu dan angkuh hingga ia bercermin pada lautan.
Jadilah seperti pohon,
Yang memberikan buah tanpa mengharap pujian,
Yang menggugurkan daun tanpa takut merasa terhina.
Sayang... kesedihan dan penderitaan tidak untuk selamanya
Terkadang kita harus mengambil keputusan tersulit dan belum tentu benar.
Tuhan memang tidak menciptakan kita untuk membuat keputusan yang selalu benar
Tapi Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan untuk membuat setiap keputusan menjadi benar.
Sayang....
Kehilangan satu hal bukan berarti kehilangan hidupmu
Bukan berarti kehilangan semangatmu
Sayang... aku ingin suatu hari nanti Kamu berdiri di depan dan mengatakan,
barteriak pada semua orang
"HERE I AM, AKU ADALAH SEORANG PEMENANG"
seorang pemenang dari perlombaan yang mereka sebut HIDUP.
---***---
Sahabat, apakah kamu pernah mengalami hal serupa seperti pada puisi untuk kekasih diatas ? saya rasa ada yang menjawab iya, dan pula tidak. Untuk yang menjawab iya, saya ada penawarnya. Silahkan baca puisi so sweet ini moga bisa sedikit mengobati. Hehe...

