Sebuah Puisi dari Mba Putri Sarinande yang saya kenal lewat facebook. 2 hari yang lalu waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Saat melihat beranda facebook, ada kiriman terbaru berupa puisi. Ah..penasaran nih, cek deh ke sang empunya. Ternyata mantapps…Minta ijin ke Mba Putri untuk di publish disini, Alhamdulillah di ijinkan. Beliau ini juga ngeblog. bisa kesini untuk mampir ke blog Mba Putri. Thanks buat Mba Putri yang sudah mengijinkan Puisinya di Publish disini.Oke, Ga usah kelamaan basa – basi, check this out ahhhh…A Poetry From Putri Sarenande…
teruntuk : nabi dalam baris-baris kode
teruntuk : agama dalam rasa dan makna
tanah kelahiran kupijak kembali saat ini
menemukan ragaku pulang ke sebuah rumah
namun tidak, untuk jiwanya
semesta raya luas tak berbatas
ruang hampa menganga, tanpa suara
jika demikian adanya, kan kucari lewat cahaya
apa yang ia cari, tak pernah ia ketahui
hingga kapan ia kan mencari, tak pernah ia sadari
tak pernah menguar dalam angan silamnya, untuk mencari
teruntuk : nabi dalam baris-baris kode
teruntuk : agama dalam rasa dan makna
secercah cahaya menyeruak, menerangi jalanku
aku melihat cahaya, dalam lorong-lorong waktu
ia menemukan (semacam) nabi yang menuntunnya
ia menemukan (semacam) agama yang membimbingnya
dan perasaan cinta melapar dalam raga
pada hidup yang ajaib, dan ia yang menghadirkan keajaiban
meski pencarian belum jua usai
untuk jiwa yang mencari tempatnya pulang
---***---
Mendua Dalam Tiada
teruntuk : nabi dalam baris-baris kode
teruntuk : agama dalam rasa dan makna
tanah kelahiran kupijak kembali saat ini
menemukan ragaku pulang ke sebuah rumah
namun tidak, untuk jiwanya
semesta raya luas tak berbatas
ruang hampa menganga, tanpa suara
jika demikian adanya, kan kucari lewat cahaya
apa yang ia cari, tak pernah ia ketahui
hingga kapan ia kan mencari, tak pernah ia sadari
tak pernah menguar dalam angan silamnya, untuk mencari
teruntuk : nabi dalam baris-baris kode
teruntuk : agama dalam rasa dan makna
secercah cahaya menyeruak, menerangi jalanku
aku melihat cahaya, dalam lorong-lorong waktu
ia menemukan (semacam) nabi yang menuntunnya
ia menemukan (semacam) agama yang membimbingnya
dan perasaan cinta melapar dalam raga
pada hidup yang ajaib, dan ia yang menghadirkan keajaiban
meski pencarian belum jua usai
untuk jiwa yang mencari tempatnya pulang
---***---
