banner

Dewasa ini banyak sekali buku-buku ataupun ebook yang berisi tentang bagaimana mempermudah hidup seseorang hanya dengan membaca. Buku-buku how-to, bisnis, motivasi, banyak sekali beredar tanpa batasan usia, budaya, maupun geografis. Kita bisa dengan mudah mendapatkannya, bahkan gratis.
Kesalahan

Mengapa harus membaca? Biasanya sebuah buku ataupun ebook berasal dari pengalaman-pengalaman pribadi penulisnya, yang tentunya mengandung kebahagiaan, kesuksesan, kegagalan, dan kesalahan dari si penulis. Jadi dengan membaca seolah kita diberi test drive simulator secara cuma-cuma, tanpa mengalami sendiri kepahitan dan kegetiran seperti mereka. Cukup dengan kita membuka hati untuk menerima informasi, dan membuka pikiran untuk menyerapnya, mestinya kita sudah bisa belajar dari kesalahan orang lain.

Apa cukup hanya dengan mebaca?? Jelas TIDAK. Setiap saat indera kita bekerja, karena kita sedang belajar di Universitas Kehidupan. Saya dan Anda setiap detik mengalami pembelajaran, baik disadari maupun tidak. Apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan adalah sebuah materi pelajaran. Semua tergantung bagaimana kita memulung dan menggunakan hasil pulungan itu, untuk bekal kita di masa kini dan masa yang akan datang.

Banyak sekali orang yang mengulangi kesalahan-kesalahan sendiri di masa lampau, apalagi kesalahan orang lain, yang notabene belum pernah dia alami. Misalnya seorang anak yang pada waktu kecil sering dimarahi bahkan dipukul orangtuanya, kemungkinan besar kelak jika mempunyai anak sendiri, juga akan bersifat suka memukul anaknya. Contoh lain, seorang anak yang mempunyai orang tua suka kawin cerai, maka kelak dia juga akan gemar kawin cerai.

Lalu bagaimana kita bisa belajar di Universitas Kehidupan yang sudah separuh jalan ini??? (Dengan asumsi umur kita 70 tahun). Yang jelas kita harus melakukan refleksi seperlunya, jangan berlebihan. Singkirkan keterlibatan perasaan, andai terpaksa gunakan seminimal mungkin.Jangan terlalu membawa perasaan kita dalam suatu permasalahan, itu hanaya akan semakin memperumit persoalan. Seyogyanya selalu kita gunakan pikiran yang logis, jernih dan obyektif.

Banyak sekali simulator gratis yang memperkenalkan kepada kita, permasalahan-permasalahan yang belum pernah kita alami. Semua bisa kita gunakan untuk berlatih dalam mencari pemecahan masalah, sehingga kelak kita tidak perlu lagi mengalami kepahitan, kegetiran, dan kesalahan orang lain.

Selanjutnya bagaimana kita mengolah dan meracik hasil pulungan kita, akan saya tulis lain waktu.
your advertise here
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com