banner

Kita sebagai manusia yang 'hidup' sudah pasti mempunyai masalah. Bahkan ciri-ciri kehidupan adalah dengan adanya permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Baik kehidupan sebagai individu, dengan permasalahan masing-masing. Kehidupan sebagai anggota keluarga, dengan permasalahan keluarga, anak, pendidikkan, nafkah, dan lain-lain. Sampai pada lingkup yang lebih luas lagi, yaitu permasalahan dalam organisasi, perusahaan, dan pemerintahan.
Masalah

Menghadapi masalah dan memecahkannya dengan berulang-ulang, akan menjadikan kita lebih dewasa dan memiliki filosofi hidup. Kekuatan filosofi hidup dapat kita ukur dengan sejauh mana kita bisa menemukan tujuan hidup yang hakiki.

(Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. QS 94:7-8)

Salah satu approach atau pendekatan dalam manajemen pemecahan masalah (problem solving), adalah dengan menggunakan kiat terobosan (breaktrougt oriented). Kiat terobosan ini bukan dengan cara bertahap, tapi harus dalam satu kerangka berfikir yang solid. Elemen-elemen yang harus ada dalam kerangka tersebut diantaranya :

Originalitas dan kemandirian, hal ini yang menjadi dasar agar kita tidak terjebak dengan cara pemecahan masalah yang biasa. Artinya kita musti mencari cara dan strategi baru dalam memecahkan sebuah permasalahan.

Menentukan target yang tepat dan berkonsentrasi kepada target yang sudah kita tentukan. Jadi kita harus menyingkirkan dulu kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan target yang sudah kita tetapkan.

Membuat suatu model dan simulasi permasalahan, sehingga kita bisa menerapkan model itu pada masalah yang lain. Dengan menerapkan model permasalahan dan mensimulasikannya, memungkinkan kita untuk menemukan cara pemecahan masalah yang stabil dan sustainable.

Keberhasilan dalam memecahkan suatu masalah, pasti akan memunculkan satu masalah yang baru. Hal ini karena sebuah masalah adalah bagian dari permasalahan yang integral. Sehingga diperlukan sebuah sistem pemecahan masalah yang kuat (robust), yang mencakup keluasan dimensi dari permasalahn yang sedang kita hadapi.

Kita juga dituntut keahlian untuk mencari informasi serta meracik berbagai informasi yang kita dapatkan. Informasi yang akurat akan menentukan keberhasilan dalam proses pemecahan masalah.

Sebagai mahluk sosial kita tidak bisa lepas dari kehidupan dan permasalahan orang lain. Artinya kita bisa belajar dari cara pemecahan masalah orang lain. Ini bisa saja terjadi karena masalah bersifat universal. Bukan tidak mungkin, orang-orang yang sudah lebih dulu daripada kita, senior-senior kita misalnya, atau orang tua kita, pernah mempunyai permasalahan seperti yang sedang kita hadapi. Kita bisa menggunakan pendekatan mereka dalam menghadapi masalah mereka.

Yang tidak kalah penting, bahkan bisa dikatakan sebagai kunci keberhasilan dalam memecahkan masalah adalah menentukan target yang lebih luas atau lebih besar, menentukan program pembaharuan sebagai antisipasi terjadinya masalah baru, dan melakukan semua itu dengan keyakinan dan manajemen yang baik.

Yang terurai diatas adalah dari sisi fisik. Yang tidak boleh terlupakan adalah dari sisi moral. Kita harus selalu mempunyai ‘Imtaq Skill’. Selalu menjaga kondisi Imtaq berada di level teratas, karena semua permasalahan, datang dan kembali pada Yang Maha Mengetahui.

Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga Imtaq Skill kita, dan selalu mengasah Life Skill kita.
# Imtaq = Iman dan Taqwa
your advertise here
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Themeindie.com